Lampu Penerangan Jalan Umum Emergency

Lampu Penerangan Jalan Umum EmergencyLampu Penerangan Jalan Umum Emergency adalah salah satu inovasi SMKN 1 Cariu yang mengabungkan sistem lampu emergency dengan lampu PJU. Barangkali untuk lampu emergency sudah umum dan biasa bagi banyak orang, tapi jika lampu jalan mungkin belum ada. Untuk lampu penerangan jalan saat ini pada umumnya menggunakan sumber listrik listrik dan tenaga surya. Invoasi kreatif SMKN 1 Cariu meskipun sederhana bisa dikatakan hebat. Keberadaan lampu ini tentunya akan sangat membantu bagi daerah jalan yang listrik PLN nya kerap padam.

Lampu Penerangan Jalan Umum Emergency

Sebenarnya sederhana sekali, tetapi ide menggabungkan dua sistem menjadi satu hal baru itu uniknya. Atau mungkin bisa dibilang gampang, karena sistem lampu emergency rumah sudah banyak. Atau barangkali terbersit dalam pikiran kita, wah ini sih gampang. Apapun kata orang, kreatifitas model begini yang dibutuhkan. Tidak perlu yang terlalu inovasi terlalu terbang tinggi ke atas langit, lebih baik yang sederhana. Sederhana bila banyak diperlukan dan bisa jadi inovasi banyak manfaatnya, tapi luput dari pemikiran.

Inovasi yang dilakukan siswa SMKN 1 Cariu hanya membuat driver lalu digabungkan dengan lampu jalan AC beli dari Glodok. Sederhana sekali bukan? Tapi apa iya semudah itu, bukankah paling besar daya lampu emergency yang ada dan umum dipasaran hanya 15 watt. Bilamana ada lampu emergency berdaya 40 watt, baru bisa separuh plagiat.  Ide menggabungkan driver dengan lampu  PJU adalah sebuah ide sederhana, tapi tentu memerlukan perhitungan. Perhitungan kebutuhan daya dan letahanan dari waktu nyala lampu PJU saat mati bukan hal sederhana. Lumayan untuk orang awam.

Lampu Penerangan Jalan Umum Emergency Mampu Menyala Selama 4 Jam

Lampu jalan inovasi SMKN 1 Cariu ini mampu menyala selama 4 jam dan telah diuji selama beberapa waktu, ternyata kuat dan masih menyala hingga saat ini. Lampu PJU emergency yang telah diuji coba adalah berdaya 20 watt. Untuk lampu yang berdaya 40 watt sudah dibuat tapi belum uji coba. Baterai yang digunakan berjenis lithium dengan jumlah disesuaikan dengan daya lampu PJU. Driver pun disesuaikan dengan daya lmapu dan waktu pengisian, jadi untuk arus pengisian yang digunakan tidak terlalu besar. Mungkin asumsinya adalah listrik tidak mati pada setiap saat, jadi dengan sistem slow charging akan memperpannjang umur baterai yang harganya cukup lebih mahal dari baterai biasa. Untuk lampu sendiri sepertinya bebas, bisa dibeli ditoko-toko penjual lampu PJU.

Sebuah ide sederhana yang patut diacungi jempol, karena mau dibilang nyontek, niru ide atau apapun itu, tetap lampu PJU emergency belum ada. Menurut saya, lebih baik buat yang gampang-gampang tapi merakyat, daripada buat sesuatu akhirnya hanya disimpan dan dikagumi tanpa manfaat. Semoga lampu emergency invoasi sederhana siswa SMKN 1 Cariu bermanfaat bagi sekitar. Salut, ini baru SMK Bisa Hebat!! Ayo SMK, kembangkan kreatifitas daripada tawuran dan gagah-gagahan dipinggir jalan, atau cuma bisa minta uang jajan sama ortu plus keluyuran ga jelas. Salam SMK Bisa!!